Misteri Nyawa: Antara Fikih dan Kedokteran Modern

Kategori: Aqidah » Filsafat | 1143 Kali Dilihat
Misteri Nyawa: Antara Fikih dan Kedokteran Modern Reviewed by tokobukunuralhuda on . This Is Article About Misteri Nyawa: Antara Fikih dan Kedokteran Modern

Judul : Misteri Nyawa: Antara Fikih dan Kedokteran Modern Penulis : Prof. Dr. Muhammad Ashif Muhsini Penerjemah : Irwan Kurniawan Penerbit : Al-Huda Tahun Terbit: Februari 2010 Ukuran : 13.5 x 20.5 cm Tebal : 152 halaman Harga : Rp 30.000,- Kematian itu apa? Apakah ia berarti hilangnya fungsi jantung… Selengkapnya »

Rating: 3.0
Harga: Rp 30.000 Rp 12.000
Order via SMS

085267163890

Format SMS : ORDER#NAMA PRODUK#JUMLAH
Pemesanan Juga dapat melalui :
SKU : MNAFKM
Stok Tersedia
0.3 Kg
26-10-2015
Detail Produk "Misteri Nyawa: Antara Fikih dan Kedokteran Modern"

Judul : Misteri Nyawa: Antara Fikih dan Kedokteran Modern
Penulis : Prof. Dr. Muhammad Ashif Muhsini
Penerjemah : Irwan Kurniawan
Penerbit : Al-Huda
Tahun Terbit: Februari 2010
Ukuran : 13.5 x 20.5 cm
Tebal : 152 halaman
Harga : Rp 30.000,-

Kematian itu apa? Apakah ia berarti hilangnya fungsi jantung pada manusia? Bagaimana kalau jantungnya tidak berfungsi tetapi otak pasien, yang sedang terkena sakit, tetap melakukan fungsinya? Apakah jasad tersebut bisa dikatakan sebagai bangkai, sehingga terkena hukum jenazah? Bagaimana kalau sebaliknya, yakni otak tidak berfungsi tetapi jantung melakukan fungsi-fungsinya kendati secara terbatas? Apakah ia bisa dikenai hukum jenazah?
Inilah problem-problem yang ingin diperikan oleh penulis buku ini, Prof. DR. Muhammad Ashif Muhsini, seorang mujtahid senior Tajikistan. Penulis mengatakan bahwa dirinya “mengutip pandangan-pandangan para dokter ahli seputar definisi kematian menurut kedokteran yang dimuat dalam edisi ke-10 seri berkala Al-Munazhzhamah al-Islamiyyah li al-‘Ulum ath-Thibbiyyah, Kuwait”. Secara tak langsung, buku ini mendedah definisi kematian dari kedokteran modern dan pandangan hukum fikih dari si penulis.
Dua pendekatan ini, pastinya, akan membawa dinamika tersendiri dan akan membawa pada suatu kesimpulan bahwa betapa masalah kematian merupakan persoalan complicated. Bagaimanapun, inilah sebuah kontribusi berharga bagi dunia kesarjanaan fikih dan kedokteran modern.

Prof. DR. Muhammad Ashif Muhsini (Syekh Muhsini) adalah pendiri Gerakan Islami Afganistan Harakat-I Islami-yi Afghanistan). Beliau lahir pada 1935 di Kandahar dari etnis Tajikistan. Dari tanah kelahirannya, kemudian beliau melanjutkan aktivitas belajarnya di Najaf di bawah bimbingan para gurubesar bidang-bidang keislaman seperti hukum fikih. Selepas pembebasan Afganistan dari pemerintahan komunis, Syekh Muhsini bergabung dengan Front Persatuan Islam untuk Pembebasan Afganistan melawan Taliban. Ada sekitar 20 judul buku keislaman yang telah ditulisnya, termasuk di antaranya buku ini.

 
Chat via Whatsapp